August 12, 2017

hackergotchi for Debian News

Debian News

DebConf17 closes in Montreal and DebConf18 dates announced

Today, Saturday 12 August 2017, the annual Debian Developers and Contributors Conference came to a close. With over 405 people attending from all over the world (see the DebConf17 group photo), and 169 events including 89 talks, 61 discussion sessions or BoFs, 6 workshops and 13 other activities, DebConf17 has been hailed as a success.

August 12, 2017 12:00 AM

July 22, 2017

hackergotchi for Debian News

Debian News

Updated Debian 8: 8.9 released

The Debian project is pleased to announce the ninth update of its oldstable distribution Debian 8 (codename jessie). This point release mainly adds corrections for security issues, along with a few adjustments for serious problems. Security advisories have already been published separately and are referenced where available.

July 22, 2017 12:00 AM

Debian News

Updated Debian 9: 9.1 released

The Debian project is pleased to announce the first update of its stable distribution Debian 9 (codename stretch). This point release mainly adds corrections for security issues, along with a few adjustments for serious problems. Security advisories have already been published separately and are referenced where available.

July 22, 2017 12:00 AM

June 18, 2017

hackergotchi for Debian News

Debian News

Debian Edu / Skolelinux Stretch — a complete Linux solution for your school

Do you have to administrate a computer lab or a whole school network? Would you like to install servers, workstations and laptops which will then work together? Do you want the stability of Debian with network services already preconfigured? Do you wish to have a web-based tool to manage systems and several hundred or even more user accounts? Have you asked yourself if and how older computers could be used?

June 18, 2017 12:00 AM

June 17, 2017

hackergotchi for Debian News

Debian News

Debian 9 "Stretch" released

After 26 months of development the Debian project is proud to present its new stable version 9 (code name Stretch), which will be supported for the next 5 years thanks to the combined work of the Debian Security team and of the Debian Long Term Support team.

June 17, 2017 12:00 AM

May 06, 2017

hackergotchi for Debian News

Debian News

Updated Debian 8: 8.8 released

The Debian project is pleased to announce the eighth update of its stable distribution Debian 8 (codename jessie). This update mainly adds corrections for security problems to the stable release, along with a few adjustments for serious problems. Security advisories were already published separately and are referenced where available.

May 06, 2017 12:00 AM

April 25, 2017

hackergotchi for Debian News

Debian News

Shutting down public FTP services

After many years of serving the needs of our users, and some more of declining usage in favor of better options, all public-facing debian.org FTP services will be shut down on November 1, 2017. These are:

April 25, 2017 12:00 AM

April 17, 2017

hackergotchi for Debian News

Debian News

Statement concerning the arrest of Dmitry Bogatov

The Debian Project is concerned to hear that one of our members, Dmitry Bogatov, has been arrested by Russian authorities.

April 17, 2017 12:00 AM

January 14, 2017

hackergotchi for Debian News

Debian News

Updated Debian 8: 8.7 released

The Debian project is pleased to announce the seventh update of its stable distribution Debian 8 (codename jessie). This update mainly adds corrections for security problems to the stable release, along with a few adjustments for serious problems. Security advisories were already published separately and are referenced where available.

January 14, 2017 12:00 AM

December 06, 2016

Moh Noor Azam

Kalau Tidak Mendukung Kami, Maka Anda Musuh Kami

Keramaian FB hari ini dipicu oleh pengumuman resmi dari Sari Roti (http://www.sariroti.com) tentang informasi pembagian Sari Roti oleh penjual keliling pada saat aksi super damai 212 yang lalu adalah bukan policy resmi perusahaan. Berikut pengumuman resmi di websitenya:

screen-shot-2016-12-06-at-7-54-20-pm

Kalau membaca pengumumannya, kelihatannya ini adalah hal yang biasa: yaitu ada kegiatan yang ditulis sebagai atas nama perusahaan, padahal perusahaan tidak merasa melakukan kegiatan tersebut. Oleh karenanya kemudian perusahaan meng-konfirmasi-kan bahwa itu bukan policy resmi perusahaan. Bahkan perusahaan tidak tahu ada kegiatan itu (bagi-bagi roti gratis). Selain itu, rupanya pihak Sari Roti juga sudah menginvestigasi dan menemukan bahwa roti-roti itu sudah dibeli lunas.

Ya… itu pengumuman biasa bukan??

Tapi yang terjadi ternyata di luar dugaan (saya yakin manajemen Sari Roti juga tidak menduganya). Banyak netizen yang merespon negatif pengumuman ini. Menganggap Sari Roti adalah musuh mereka. Bahkan pada akhir-akhir diskusi ada usulan  untuk memboikot produknya.

Entah…. bagaimana logikanya bisa diambil kesimpulan sampai di situ. Satu-satunya yang bisa saya pikirkan hanyalah logika “kalau tidak mendukung kami, maka anda adalah musuh kami”. Entahlah… wallahu a’lam bishawab.

The post Kalau Tidak Mendukung Kami, Maka Anda Musuh Kami appeared first on Noor Azam.

by Noor Azam at December 06, 2016 01:34 PM

October 03, 2016

hackergotchi for Debian News

Debian News

Several donations boost reliability of Debian's core infrastructure

Over the last several months, Hewlett Packard Enterprise (HPE), one of Debian's primary hardware partners, has made several large in-kind donations in support of Debian core services. The donated equipment will be deployed in the data centers of multiple hosting partners in Canada, the United States, and Australia.

October 03, 2016 12:00 AM

September 27, 2016

hackergotchi for Debian News

Debian News

Debian Project mourns the loss of Kristoffer H. Rose

The Debian Project recently learned that it has lost a member of its community. Kristoffer H. Rose died on September 17th after an intense but short battle with myelofibrosis.

September 27, 2016 12:00 AM

September 17, 2016

hackergotchi for Debian News

Debian News

Updated Debian 8: 8.6 released

The Debian project is pleased to announce the sixth update of its stable distribution Debian 8 (codename jessie). This update mainly adds corrections for security problems to the stable release, along with a few adjustments for serious problems. Security advisories were already published separately and are referenced where available.

September 17, 2016 12:00 AM

September 14, 2016

Moh Noor Azam

Programming vs Algoritma

Programming vs Algoritma itu seperti laki-laki dan wanita.

Lho…. koq bisa?? Iya… kemampuan memprogram atau programming dan kemampuan memahami penyelesaian masalah atau algoritma itu seperti halnya laki-laki dan wanita. Kemampuan memprogram itu laki-laki, sementara kemampuan memahami algoritma itu adalah wanita. Keduanya harus bersatu dalam keluarga (baca: programmer) sebagai suami dan istri dalam ikatan perjanjian yang kuat atau Mitsaqan Gholidzo -bahkan disetarakan dengan perjanjian antar negara.

Kalau bisa memprogram tetapi tidak menguasai algoritmanya, itu seperti laki-laki tetapi belum beristri. Terus komputernya mau dibuat apa?? Apa mau ketap-ketip thok?? (I don’t know what is ketap-ketip in English, any idea??)
Sementara kalau algoritmanya tahu…. algoritmanya menguasai, tetapi tidak tahu bagaimana menuangkannya dalam sebuah bahasa pemrograman, mau diapain algoritmanya itu??

Jadi…. mahasiswaku… ayo… pelajari bahasa pemrograman sebanyak mungkin, tetapi jangan lupa pelajari juga algoritma-algoritma yang ada.
#BaladaMengajarFuzzyLogic

The post Programming vs Algoritma appeared first on Noor Azam.

by Noor Azam at September 14, 2016 11:52 PM

September 11, 2016

hackergotchi for Izharul Haq

Izharul Haq

Instalasi Docker di Raspbian - Bagian 1

Pemasangan Docker di Raspbian Jessie

Daftar Isi

Apa Itu Docker ?

Docker adalah sebuah project open source yang ditujukan untuk developer atau sysadmin untuk membangun, mengemas dan menjalankan aplikasi dimana pun di dalam sebuah container.

Pengaturan GPU Raspberry Pi

Sebelum melakukan pemasangan Docker, kita atur memori GPU terlebih dahulu:

$ sudo raspi-config

Pilih 9 Advanced Options > A3 Memory Split saat muncul pertanyaan How much memory should the GPU have? ubah nilai dari 64 ke 16 pilih <OK> dan <Finish>, jalankan ulang Raspberry Anda.

Anda juga dapat melakukan cara berikut:

$ sudo nano /boot/config.txt

Ubah nilai gpu_mem menjadi gpu_mem=16, jalankan ulang Raspberry Anda.

Pemasangan Docker

Selanjutnya kita pasang Docker,

$ curl -sSL get.docker.com | sh
+ sudo -E sh -c mkdir -p /etc/systemd/system/docker.service.d
+ sudo -E sh -c echo '[Service]\nExecStart=\nExecStart=/usr/bin/dockerd --storage-driver overlay -H fd://' > /etc/systemd/system/docker.service.d/overlay.conf
+ sudo -E sh -c sleep 3; apt-get update
...

Jalankan service docker:

$ sudo systemctl enable docker
$ sudo systemctl start docker

Tambahkan user Anda ke dalam group docker sehingga tidak perlu menggunakan sudo saat menjalankan docker:

$ sudo usermod -aG docker useranda

Untuk memastikan docker telah berjalan, jalankan perintah berikut:

$ docker version
Client:
 Version:      1.12.1
 API version:  1.24
 Go version:   go1.6.3
 Git commit:   23cf638
 Built:        Thu Aug 18 05:31:15 2016
 OS/Arch:      linux/arm

Server:
 Version:      1.12.1
 API version:  1.24
 Go version:   go1.6.3
 Git commit:   23cf638
 Built:        Thu Aug 18 05:31:15 2016
 OS/Arch:      linux/arm
$ docker info
Containers: 0
 Running: 0
 Paused: 0
 Stopped: 0
Images: 0
Server Version: 1.12.1
Storage Driver: overlay
 Backing Filesystem: extfs
Logging Driver: json-file
Cgroup Driver: cgroupfs
Plugins:
 Volume: local
 Network: null overlay host bridge
Swarm: inactive
Runtimes: runc
Default Runtime: runc
Security Options:
Kernel Version: 4.4.11-v7+
Operating System: Raspbian GNU/Linux 8 (jessie)
OSType: linux
Architecture: armv7l
CPUs: 4
Total Memory: 973.1 MiB
Name: collab
ID: 6OKE:4S5L:MCLQ:Y2W4:MPJR:K3O2:ZY3D:OYYA:V6GP:H2LT:FVDH:DYCJ
Docker Root Dir: /var/lib/docker
Debug Mode (client): false
Debug Mode (server): false
Registry: https://index.docker.io/v1/
WARNING: No swap limit support
WARNING: No kernel memory limit support
WARNING: No cpu cfs quota support
WARNING: No cpu cfs period support
WARNING: No cpuset support
Insecure Registries:
 127.0.0.0/8

Selamat, docker sudah berjalan di mesin raspi Anda.

Memasang docker-compose dan docker-machine

Untuk memasang docker-compose dan docker-machine kita memerlukan repositori Hypriot, jalankan perintah berikut:

$ curl -s https://packagecloud.io/install/repositories/Hypriot/Schatzkiste/script.deb.sh | sudo bash
Detected operating system as raspbian/jessie.
Checking for curl...
Detected curl...
Running apt-get update... done.
Installing apt-transport-https... done.
Installing /etc/apt/sources.list.d/Hypriot_Schatzkiste.list...done.
Importing packagecloud gpg key... done.
Running apt-get update... done.

The repository is setup! You can now install packages.

Selanjutnya pasang paket docker-compose dan docker-machine:

$ sudo apt-get install -y git docker-compose docker-machine

Periksa paket yang sudah dipasang:

$ docker-compose -v
docker-compose version 1.8.0, build 94f7016
$ docker-machine -v
docker-machine version 0.8.0, build b85aac1

Selesai, pada artikel selanjutnya kita akan lanjutkan dengan membuat image dan push ke Docker Hub, silahkan mendaftar terlebih dahulu.

Instalasi Docker di Raspbian - Bagian 1 was originally published by Izharul Haq at Atoz Journal on September 11, 2016.

by Izharul Haq (atoz.chevara.2013@gmail.com) at September 11, 2016 12:00 AM

August 18, 2016

hackergotchi for Mahyuddin Susanto

Mahyuddin Susanto

Bagaimana cara menginstall Docker-swarm

Bagaimana cara menginstall docker swarm?

Docker swarm default sudah dimasukkan kedalam versi 1.12, kebar baiknya adalah untuk konfigurasinya sangat mudah. Anda tidak perlu bersusah payah melakukan konfigurasi seperti di versi sebelum versi 1.12.

Kali ini saya akan mendemontrasikan betapa mudahnya melakukan setup docker swarm di versi 1.12, pada saat menulis ini saya menggunakan Ubuntu Xenial (16.04 LTS) dan menggunakan repository dari docker. dalam lab ini saya menggunakan lima server dengan dua sebagai manager dan tiga sebagai worker. Dalam penamaan node, sayamenggunakan nama manager-X dan worker-Y untuk menunjukkan fungsi dari node itu sendiri.

Untuk pengaturan IP, pada manager akan dibari IP 192.168.0.11 sampai dengan 192.168.0.99, dan worker akan mempunyai ip mulai dari 192.168.0.101 sampai dengan 192.168.0.254.

Sebelum melakukan konfigurasi docker swarm, silakan install docker dulu pada tulisan saya sebelumnya

Memastikan versi docker

Silakan pastikan bahwa docker anda mempunyai versi 1.12 atau lebih tinggi.

$ docker version
Docker version 1.12.1, build 23cf638

Dari hasil diatas menunjukkan bahwa docker saya adalah versi 1.12.1 sehingga pemasangan akan mudah.

atau jika anda belum memasang docker baik itu di manager maupun di worker, anda dapat menggunakan docker-machine untuk melakukan pemasangan docker-engine. Sebelumnya pastikan bahwa anda dapat login dengan seh key sehingga anda dapat melakukan login dengan passwordless

Untuk melakukan setup sshkey silakan ketik:

$ ssh-keygen -t ecdsa
Generating public/private ecdsa key pair.
Enter file in which to save the key (/home/ubuntu/.ssh/id_ecdsa):
Enter passphrase (empty for no passphrase): 
Enter same passphrase again: 
Your identification has been saved in /home/ubuntu/.ssh/id_ecdsa.
Your public key has been saved in /home/ubuntu/.ssh/id_ecdsa.pub.
The key fingerprint is:
20:96:c8:f6:5a:5c:cc:cd:8c:33:45:97:de:a3:55:61 ubuntu@localhost
The key's randomart image is:
+--[ECDSA  256]---+
|       .o ..  E. |
| . . + * ..  ..  |
|  + + O +. . .   |
| . + o +  . +    |
|    +   S  o .   |
|   o      .      |
|  .              |
|                 |
|                 |
+-----------------+

Selanjutnya silakan copy ssh key ke mesin manager dan worker dengan perintah berikut:

$ ssh-key-id 192.168.0.11

Anda akan dimintai password untuk login. silakan masukkan password dari user anda

Selanjutnya adalah melakukan pemasangan dengan docker-machine:

$ docker-machine create --driver generic --generic-ip-address=$IP-ADDPRESS \
 --generic-ssh-key ~/.ssh/$KEY --generic-ssh-user $USER manager-1

Contoh bila ingin menginstall manager-1 dengan user ubuntu dan ssh ecdsa contohnya adalah sebagai berikut:

$ docker-machine create --driver generic --generic-ip-address=192.168.0.11 \
 --generic-ssh-key ~/.ssh/id_ecdsa --generic-ssh-user ubuntu manager-1

Silakan ulangi pada manager-2 dan worker1 sampai worker-3, kemudian verifikasi dengan perintah berikut:

$ docker-machine ls
NAME		ACTIVE	DRIVER    	STATE     URL						SWARM	DOCKER    ERRORS
worker-1	-		generic		Running   tcp://192.168.0.101:2376			v1.12.1   
worker-2	-		generic		Running   tcp://192.168.0.102:2376			v1.12.1   
worker-3	-		generic		Running   tcp://192.168.0.103:2376			v1.12.1   
manager-2	-		generic		Running   tcp://192.168.0.12:2376			v1.12.1   
manager-1   *		generic		Running   tcp://192.168.0.11:2376			v1.12.1   

Memulai setup docker swarm

Untuk memulainya, silakan login di node yang bertugas sebiagai manager, dan ketikkan perintah dibawah ini:

$ docker swarm init --advertise-addr 192.168.0.11

Hasilnya:

Swarm initialized: current node (erk63hyz95hy7s1giwd0mjjmp) is now a manager.

To add a worker to this swarm, run the following command:

    docker swarm join \
    --token SWMTKN-1-6b7ymr9y759fbtfggbh3dp2wst0vrezo2sw3dv6iz79otkdsc6-d9a8l921hjyql4mub3oh1117g \
    192.168.0.11:2377

To add a manager to this swarm, run 'docker swarm join-token manager' and follow the instructions.

hanya itu? ya hanya itu, perintah diatas untuk membuat inisial dari docker swarm di manager.

Verifikasi dengan perintah docker info

$ docker info
Containers: 73
 Running: 0
 Paused: 0
 Stopped: 73
Images: 103
Server Version: 1.12.1
Storage Driver: aufs
 Root Dir: /var/lib/docker/aufs
 Backing Filesystem: extfs
 Dirs: 592
 Dirperm1 Supported: true
Logging Driver: json-file
Cgroup Driver: cgroupfs
Plugins:
 Volume: local
 Network: null bridge overlay host
Swarm: active
 NodeID: erk63hyz95hy7s1giwd0mjjmp
 Is Manager: true
 ClusterID: 30ty62s2py73okcei9kmr95o5
 Managers: 1
 Nodes: 1

$ docker node ls
ID                           HOSTNAME            STATUS  AVAILABILITY  MANAGER STATUS
erk63hyz95hy7s1giwd0mjjmp *  manager-1			 Ready   Active        Leader

terlihat bahwa docker swarm sudah aktif meskipun hanya satu node yang aktif

Konfigurasi client

Silakan login ke manager-1 untuk mendapatkan toket manager:

$ docker swarm join-token manager
To add a manager to this swarm, run the following command:

    docker swarm join \
    --token SWMTKN-1-6b7ymr9y759fbtfggbh3dp2wst0vrezo2sw3dv6iz79otkdsc6-0ou18lotoo36mjq0e4s0apuo5 \
    192.168.0.11:2377

Silakan login ke manager-2 dan ketikkan perintah diatas:

$ docker swarm join \
    --token SWMTKN-1-6b7ymr9y759fbtfggbh3dp2wst0vrezo2sw3dv6iz79otkdsc6-0ou18lotoo36mjq0e4s0apuo5 \
    192.168.0.11:2377
This node joined a swarm as a manager.

Langkah selanjutnya adalah login ke worker-1 sampai dengan worker-3 dan ketikkan perintah yang didapat saat melakukan inisialisasi docker swarm

$ docker swarm join \
    --token SWMTKN-1-6b7ymr9y759fbtfggbh3dp2wst0vrezo2sw3dv6iz79otkdsc6-d9a8l921hjyql4mub3oh1117g \
    192.168.0.11:2377

Verifikasi swarm

Setelah melakukan testing dari semua manager dan node, silakan verifikasi dari manager dengan perintah berikut:

$ eval $(docker-machine env --swarm manager-1)
$ docker info
Containers: 6
 Running: 2
 Paused: 0
 Stopped: 4
Images: 31
Server Version: swarm/1.2.4
Role: primary
Strategy: spread
Filters: health, port, containerslots, dependency, affinity, constraint
Nodes: 5
 manager-2: 192.168.10.12:2376
  └ ID: 3KQB:C4DQ:AV46:NX7O:XN6Y:EP24:3XLH:UO4D:5N2R:SDAX:AJR6:CI3T
  └ Status: Healthy
  └ Containers: 1 (0 Running, 0 Paused, 1 Stopped)
  └ Reserved CPUs: 0 / 4
  └ Reserved Memory: 0 B / 8.185 GiB
  └ Labels: kernelversion=4.4.0-31-generic, operatingsystem=Ubuntu 16.04.1 LTS, provider=generic, storagedriver=aufs
  └ UpdatedAt: 2016-08-18T21:26:24Z
  └ ServerVersion: 1.12.1
 worker-1: 192.168.10.111:2376
  └ ID: VO22:NU4C:ODDV:R2TL:HVV2:2E4I:MKAW:SBRO:WWFD:T265:HPNY:JKZI
  └ Status: Healthy
  └ Containers: 1 (0 Running, 0 Paused, 1 Stopped)
  └ Reserved CPUs: 0 / 4
  └ Reserved Memory: 0 B / 8.185 GiB
  └ Labels: kernelversion=4.4.0-31-generic, operatingsystem=Ubuntu 16.04.1 LTS, provider=generic, storagedriver=aufs
  └ UpdatedAt: 2016-08-18T21:26:37Z
  └ ServerVersion: 1.12.1
 worker-2: 192.168.10.112:2376
  └ ID: AFYB:C2IM:Z276:RWMN:CODJ:SHKM:IFX6:POWT:VZKO:BHVS:UBAQ:QVJC
  └ Status: Healthy
  └ Containers: 1 (0 Running, 0 Paused, 1 Stopped)
  └ Reserved CPUs: 0 / 4
  └ Reserved Memory: 0 B / 8.185 GiB
  └ Labels: kernelversion=4.4.0-31-generic, operatingsystem=Ubuntu 16.04.1 LTS, provider=generic, storagedriver=aufs
  └ UpdatedAt: 2016-08-18T21:26:25Z
  └ ServerVersion: 1.12.1
 worker-3: 192.168.10.113:2376
  └ ID: PGC3:TJJR:GCRG:5RKA:Q4N3:LWHF:3TAO:FDD2:TY6F:DOUK:27WS:76MQ
  └ Status: Healthy
  └ Containers: 1 (0 Running, 0 Paused, 1 Stopped)
  └ Reserved CPUs: 0 / 4
  └ Reserved Memory: 0 B / 8.185 GiB
  └ Labels: kernelversion=4.4.0-31-generic, operatingsystem=Ubuntu 16.04.1 LTS, provider=generic, storagedriver=aufs
  └ UpdatedAt: 2016-08-18T20:18:37Z
  └ ServerVersion: 1.12.1
 manager-1: 192.168.10.11:2376
  └ ID: HEN3:HWX4:2XTZ:EL5B:YUK3:JUH2:YZ2N:XD77:OTPW:ZONP:UYVP:MYDG
  └ Status: Healthy
  └ Containers: 2 (2 Running, 0 Paused, 0 Stopped)
  └ Reserved CPUs: 0 / 8
  └ Reserved Memory: 0 B / 8.087 GiB
  └ Labels: kernelversion=4.4.0-21-generic, operatingsystem=Ubuntu 16.04.1 LTS, provider=generic, storagedriver=aufs
  └ UpdatedAt: 2016-08-18T21:26:45Z
  └ ServerVersion: 1.12.1
Plugins:
 Volume: 
 Network: 
Swarm: 
 NodeID: 
 Is Manager: false
 Node Address: 
Security Options:
Kernel Version: 4.4.0-21-generic
Operating System: linux
Architecture: amd64
CPUs: 24
Total Memory: 40.83 GiB
Name: 6f894401a6f4
Docker Root Dir: 
Debug Mode (client): false
Debug Mode (server): false
WARNING: No kernel memory limit support

Selamat docker-swarm telah terpasang!

Deploy service di swarm

Setelah membuat cluster swarm, kita akan mencoba membuat service di swarm. kita akan membuat nginx di cluster. Silakan login di manager-1

$ docker service create --replicas 3 --name nginx nginx

Berikut adalah hasil dari docker services diatas:

$ docker service ls
ID            NAME   REPLICAS  IMAGE  COMMAND
cp2er0hu010r  nginx  3/3       nginx  

$ docker service inspect nginx 
[
    {
        "ID": "cp2er0hu010rl0qbv0714t8pw",
        "Version": {
            "Index": 21053
        },
        "CreatedAt": "2016-08-18T22:28:01.748449495Z",
        "UpdatedAt": "2016-08-18T22:28:01.748449495Z",
        "Spec": {
            "Name": "nginx",
            "TaskTemplate": {
                "ContainerSpec": {
                    "Image": "nginx"
                },
                "Resources": {
                    "Limits": {},
                    "Reservations": {}
                },
                "RestartPolicy": {
                    "Condition": "any",
                    "MaxAttempts": 0
                },
                "Placement": {}
            },
            "Mode": {
                "Replicated": {
                    "Replicas": 3
                }
            },
            "UpdateConfig": {
                "Parallelism": 1,
                "FailureAction": "pause"
            },
            "EndpointSpec": {
                "Mode": "vip"
            }
        },
        "Endpoint": {
            "Spec": {}
        },
        "UpdateStatus": {
            "StartedAt": "0001-01-01T00:00:00Z",
            "CompletedAt": "0001-01-01T00:00:00Z"
        }
    }
]

$ docker service ps nginx
ID                         NAME     IMAGE  NODE			DESIRED STATE  CURRENT STATE          ERROR
8ihthj14i9qitl792vatmrqjj  nginx.1  nginx  worker-1		Running        Running 2 minutes ago  
48eq2nah2txv7yxthk5y3158m  nginx.2  nginx  worker-2		Running        Running 2 minutes ago  
8yv7z3bk25h7jf06yf6y9hivm  nginx.3  nginx  manager-1	Running        Running 3 minutes ago  

Nah mudah bukan? silakan dicoba

Bagaimana cara menginstall Docker-swarm was originally published by at mahyuddin on August 19, 2016.

August 18, 2016 10:39 PM

Muhammad Firdaus

Why it doesn’t work for you?

Muhammad Firdaus, fird0s

Some people say “You have to follow your passion, love what you do and do what you love“. But it’s general sentences what everyone in the world know and that sentences is ambiguous. Most of them follow what their passionate about. In the above quote that said by Steve Jobs, “You can’t connect the dots looking forward you can only connect them looking backwards. So you have to trust that the dots will somehow connect in your future“. The meaning of the sentences is you have to see your past act and then you most to equal with your future act. You have to do same things in the past and for future. If you work for tech company, after you resigned you must continue your career to choose tech company again as your job. that is one of meaning “connecting the dots“.

Other quote that said by Sebastian Vettel – one of best Germany driver who having won the championship in 2010 till 2013 with Red Bull Racing. He said “I don’t care too much what happened in the past. I prefer to focus on what is coming next and I am really looking forward to it”. The sentences mean is you have to focus for your next step, you don’t have to look at what happened in the past.

Both of whose quotes, Steve Jobs and Sebastian Vettel is a successfull man in their business. but they have different way and strategy to persue their success. What im gonna to tell you is, you have to find your selves strategy to persue your success. Each business has different strategy, you have to find the best that work for you. Is’s the time for you to find your stategy, most people failed in the first their strategy. So keep trying to find your way.

 


by fird0s at August 18, 2016 03:27 AM

August 16, 2016

hackergotchi for Mahyuddin Susanto

Mahyuddin Susanto

Memasang Docker di Linux

Bagaimana memasang docker engine di Linux?

Docker pada saat ini sedang naik daun dikarenakan docker sangat mudah dalam pengoperasiannya. Dalam tulisan ini akan dibahas bagaimana cara memasang Docker di Linux.

Persiapan:

  • Linux box, anda bebas menggunakan distro apa saja
  • Distro yang anda gunakan mensupport cgrups dan unionfs

Install perangkat lunak pendukung

Beberapa perangkat lunak yang perlu dipasang saat pemasangan adalah curl atau wget. untuk pemasangan, sialakan mengikuti prosedur pemasangan dari distro anda.

Contoh apabila menggunakan Debian base:

sudo apt-get update
sudo apt-get install -y curl wget

Contoh apabila menggunakan RedHat basei:

sudo yum install -y curl wget

Langkah selanjutnya adalah memasang docker, petunjuk lengkap dari pemasangan docker dapat dilihat di Dokumentasi Docker hanya saja saya jarang mengikuti prosedur tersebut karena bertele-tele :).

Untuk pemasangan docker, anda cukup mengetikkan perintah dibawah ini:

curl -sSL https://get.docker.com/ | sh

atau jika menggunakan wget

wget -qO- https://get.docker.com/ | sh

Pengaturan tambahan

Berikut adapah pengaturan tambahan untuk docker

Menambahkan account ke grup docker

Secara bawaanya, docker hanya bisa dieksekusi oleh root atau menggunakan sudo, untuk mengakalinya anda harus memasukkan account anda ke grup docker. Untuk menambahkan account anda ke grup docker silakan mengeksekusi perintah dibawah ini:

sudo groupadd docker
sudo usermod -aG docker $(whoami)

Kemudian silakan logout dan login kembali, untuk memastikan account anda silakan cek dengan perintah dibawah ini:

id $(whoami)

Penyesuaian pembatasan memory dan swap

Seringkali dalam menjalankan docker, akan menghasilkan pesan seperti dibawah ini:

WARNING: Your kernel does not support cgroup swap limit. WARNING: Your
kernel does not support swap limit capabilities. Limitation discarded.

Untuk mengatasi masalah tersebut, silakan sunting berkas /etc/default/grub dan update seperti dibawah ini

GRUB_CMDLINE_LINUX="cgroup_enable=memory swapaccount=1"

Bagaimana memasang docker-compose? (tambahan)

Docker compose adalah salah satu peralatan dari Docker yang saya suka. Berikut adalah cara measangan dari docker-compose

mkdir $HOME/bin
curl -L https://github.com/docker/compose/releases/download/1.8.0/docker-compose-$(uname -s)-$(uname -m) > $HOME/bin/docker-compose
chmod +x $HOME/bin/docker-compose

Alternatif lain

Python pip

Docker-compose dapat dipasang menggunakan python-pip, berikut adalah caranya

sudo apt-get install python-pip
pip install docker-compose

Sebagai Docker container

Docker-compose juga dapat dijalankan sebagai container. Untuk pemasangan compose, silakan ketik

mkdir $HOME/bin
curl -L https://github.com/docker/compose/releases/download/1.8.0/run.sh > $HOME/bin/docker-compose
chmod +x $HOME/bin/docker-compose

Verifikasi

Berikut adalah cara verifikasi untuk meastikan versi Docker-compose

docker-compose -v
docker-compose version 1.7.1, build 6c29830

Bagaimana memasang docker-machine? (tambahan)

Seperti docker-compose, docker machine juga peralatan pendukung untuk docker. Docker machine sangat berguna bagi anda yang ingin melakukan memanajemen docker host dari tempat lain secara remote.

berikut adalah cara pemasangannya:

mkdir $HOME/bin
curl -L https://github.com/docker/machine/releases/download/v0.7.0/docker-machine-`uname -s`-`uname -m` > $HOME/bin/docker-machine
chmod +x $HOME/bin/docker-machine

it is done, next post saya akan menulis tentang memulai menggunakan docker

Memasang Docker di Linux was originally published by at mahyuddin on August 17, 2016.

August 16, 2016 11:27 PM

August 15, 2016

hackergotchi for Izharul Haq

Izharul Haq

Pemaketan Debian - Bagian 1

Pedoman pemaketan dasar Debian.

Pada tulisan ini kita akan belajar membuat paket untuk Debian dan distro turunannya, kita akan mencoba beragam cara membuat paket Debian, saya memisahkan Pedoman ini dalam beberapa bagian dan berusaha agar pembaca dapat dengan mudah memahaminya.

Daftar Isi

Persiapan.

Pemasangan paket yang diperlukan.

$ sudo apt-get install -y devscripts build-essential fakeroot debhelper \
gnupg pbuilder dh-make dpkg-dev ubuntu-dev-tools \
autotools-dev lintian rng-tools
Catatan:

Aplikasi rng-tools di gunakan disini untuk mempercepat proses pembuatan kunci GPG.

Konfigurasi awal informasi tentang pemaket.

Mengatur variabel $DEBFULLNAME dan $DEBEMAIL pada lingkungan shell sehingga berbagai alat-alat pemaketan Debian mengenali Nama dan Alamat Email Anda untuk memaketkan paket.

$ echo 'export DEBFULLNAME="Nama Anda"' >> ~/.bashrc
$ echo 'export DEBEMAIL="email@anda.com"' >> ~/.bashrc

$ source ~/.bashrc

atau

$ echo 'export DEBFULLNAME="Nama Anda"' >> ~/.profile
$ echo 'export DEBEMAIL="email@anda.com"' >> ~/.profile

$ source ~/.profile

atau

$ . ~/.bashrc

atau

$ . ~/.profile

atau bisa juga seperti ini:

$ cat >> ~/.bashrc <<EOF
DEBFULLNAME="Nama Anda"
DEBEMAIL="email@anda.com"
export DEBFULLNAME DEBEMAIL
EOF
$ . ~/.bashrc

Periksa hasilnya

$ echo $DEBFULLNAME ; echo $DEBEMAIL
$ export | grep DEB
$ grep DEB* ~/.bashrc
$ grep DEB* ~/.profile

Hasilnya akan menampilkan informasi tentang pemaket, pilih salah satu antara merubah berkas .bashrc atau .profile karena Banyak jalan menuju Roma :)

Membuat kunci GnuPG (GnuPrivacyGuard).

Sebelum membuat kunci GPG, kita jalankan daemon rngd secara manual:

$ sudo rngd -r /dev/urandom

Kita juga perlu memperbaharui GnuPG untuk menggunakan SHA 2 mengacu pada SHA1. Jadi tambahkan pada akhir file ~/.gnupg/gpg.conf:

personal-digest-preferences SHA256
cert-digest-algo SHA256
default-preference-list SHA512 SHA384 SHA256 SHA224 AES256 AES192 AES CAST5 ZLIB BZIP2 ZIP Uncompressed

Berikut ini detailnya:

$ mkdir -p ~/.gnupg/
$ cat >> ~/.gnupg/gpg.conf <<EOF
personal-digest-preferences SHA256
cert-digest-algo SHA256
default-preference-list SHA512 SHA384 SHA256 SHA224 AES256 AES192 AES CAST5 ZLIB BZIP2 ZIP Uncompressed
EOF

Lanjutkan dengan proses membuat kunci GPG:

$ gpg --gen-key

Pilih: (1) RSA and RSA (default) -> 4096 -> (0) -> y -> (O)kay

Untuk melihat hasil dari pembuatan kunci GPG, bisa dilakukan dengan perintah berikut:

$ gpg --list-key --fingerprint

Setelah proses pembuatan kunci GPG selesai, hentikan daemon rngd dengan perintah pkill:

$ sudo pkill rngd

Pastikan daemon rngd tidak berjalan:

$ ps ax | grep rngd
15459 pts/1    S+     0:00 grep rngd

Hapus paket rng-tools bila tidak ingin membuat kunci gpg di kemudian hari.

$ sudo apt-get remove rng-tools

Membuat direktori kerja.

Sebelum kita memulai pada tahap selanjutnya, mari kita membuat direktori kerja kemudian masuk ke direktori yang telah kita buat:

$ mkdir -p ~/Belajar/Pemaketan/{src,final,github}
$ cd ~/Belajar/Pemaketan/src

Hasil dari membuat direktori kerja akan tampak seperti ini:

$ tree ~/Belajar
/home/user-anda/Belajar
└── Pemaketan
    ├── final
    ├── github
    └── src

4 directories, 0 files
Keterangan:
  • Direktori src digunakan untuk membangun paket Debian.
  • Direktori final digunakan untuk menyimpan paket yang akan kita buat.
  • Direktori github digunakan untuk membuat repositori Git dari paket yang akan kita buat.

Unduh paket sumber.

Anda bisa memilih paket apa yang mau di buatkan versi Debiannya, disini saya memilih paket GNU ed. Saat artikel ini ditulis versi terakhir adalah 1.9.

Mulai mengunduh paket sumber

$ wget http://ftp.gnu.org/gnu/ed/ed-1.9.tar.gz

Ekstrak paket sumber dan masuk ke direktori hasil ekstrak

$ tar zxvf ed-1.9.tar.gz
$ cd ed-1.9

Kita dapat melihat struktur direktorinya dengan perintah tree

$ tree -d ../
../
`-- ed-1.9
	|-- doc
	`-- testsuite

Bila perintah tidak ditemukan silahkan pasang paketnya

$ sudo apt-get install -y tree

Memulai membangun paket.

Mari kita mulai membangun paket yang telah kita pilih sebelumnya

$ dh_make -e $DEBEMAIL -c gpl3 -s -f ../ed-1.9.tar.gz

Kita bisa melihat perubahan yang terjadi pada struktur direktorinya

$ tree -d -D -t ../
../
`-- [Jul  3  3:41]  ed-1.9
	|-- [Jul  3  3:38]  doc
	|-- [Jul  3  3:38]  testsuite
	`-- [Jul  3  3:41]  debian
		`-- [Jul  3  3:41]  source


$ tree -D -t debian/
debian/
|-- [Jul  3  3:41]  README.Debian
|-- [Jul  3  3:41]  README.source
|-- [Jul  3  3:41]  changelog
|-- [Jul  3  3:41]  compat
|-- [Jul  3  3:41]  control
|-- [Jul  3  3:41]  copyright
|-- [Jul  3  3:41]  docs
|-- [Jul  3  3:41]  ed.cron.d.ex
|-- [Jul  3  3:41]  ed.default.ex
|-- [Jul  3  3:41]  ed.doc-base.EX
|-- [Jul  3  3:41]  info
|-- [Jul  3  3:41]  init.d.ex
|-- [Jul  3  3:41]  manpage.1.ex
|-- [Jul  3  3:41]  manpage.sgml.ex
|-- [Jul  3  3:41]  manpage.xml.ex
|-- [Jul  3  3:41]  menu.ex
|-- [Jul  3  3:41]  postinst.ex
|-- [Jul  3  3:41]  postrm.ex
|-- [Jul  3  3:41]  preinst.ex
|-- [Jul  3  3:41]  prerm.ex
|-- [Jul  3  3:41]  rules
|-- [Jul  3  3:41]  source
|   `-- [Jul  3  3:41]  format
`-- [Jul  3  3:41]  watch.ex


$ ls ../
ed-1.9  ed-1.9.tar.gz  ed_1.9.orig.tar.gz

Dari hasil perintah tree kita bisa melihat ada penambahan direktori debian dan debian/source dan juga salinan dari paket sumber yaitu ed_1.9.orig.tar.gz.

Mari kita hapus beberapa berkas yang saat tidak diperlukan1 pada direktori debian.

$ cd debian
$ rm *.ex *.EX README.* *.docs info

Hasilnya akan seperti ini

$ tree -D ../debian/
../debian/
|-- [Jul  3  3:41]  changelog
|-- [Jul  3  3:41]  compat
|-- [Jul  3  3:41]  control
|-- [Jul  3  3:41]  copyright
|-- [Jul  3  3:41]  rules
`-- [Jul  3  3:41]  source
	`-- [Jul  3  3:41]  format

Pada tahap ini kita akan merubah beberapa berkas yang ada di direktori debian diawali dengan berkas changelog, sebagai catatan…berkas-berkas ini disunting sesuai dengan ketentuan pemaketan Debian, sehingga kita tidak bisa seenaknya menyunting berkas yang ada.

Sunting berkas changelog.

Mari kita mulai menyunting berkas changelog ala Debian :)

$ dch -e
Keterangan:
  1. Perintah dch -e digunakan untuk penyuntingan awal.
  2. Perintah dch -i digunakan untuk penyuntingan selanjutnya ataupun pemaket lainnya.
ed (1.9-1) unstable; urgency=low

  * Initial release (Closes: #nnnn)  <nnnn is the bug number of your ITP>

 -- Nama Anda <email@anda.com>  Sun, 03 Jul 2016 03:41:14 +0700
Keterangan:
  • 1.9 merupakan versi upstream/hulu.
  • 1 merupakan versi Debian.
  • unstable merupakan kode rilis paket Debian, nilai unstable umumnya digunakan untuk paket baru, versi terbaru dari paket upstream/hulu dan perbaikan kutu, sedangkan nilai experimental umumnya digunakan saat pengembang melakukan uji coba (versi beta) sebelum paket itu dirilis untuk Debian (nilainya experimental, unstable, testing dan stable). Lihat Debian Developer's Reference dan The Debian Administrator's Handbook untuk informasi lebih lanjut.
  • urgency=low merupakan deskripsi tentang seberapa pentingnya peningkatan versi dari versi sebelumnya (nilainya low, medium, high, emergency, atau critical).
  • nnnn merupakan nomor kutu Intent to Package (ITP) yang diperoleh ketika kita melaporkan paket yang ingin ditambahkan/kelola melalui Debian Bug Tracking System (Debian BTS).
Catatan:

Bila ingin memaketkan untuk Debian silahkan hapus keterangan nnnn is the bug number of your ITP.

Menjadi

ed (1.9-0blankon1) tambora; urgency=low

  * Initial release for Blankon Tambora

 -- Nama Anda <email@anda.com>  Sun, 03 Jul 2016 03:41:14 +0700
Keterangan:
  • 1.9 merupakan versi upstream/hulu.
  • 0 merupakan versi Debian.
  • blankon1 merupakan versi Blankon.
  • tambora merupakan kode rilis Blankon.
Sunting berkas control.

Sunting berkas control dengan text editor favorit.

$ cd ..
$ nano debian/control
		
Source: ed
Section: editors
Priority: optional
Maintainer: Nama Anda <email@anda.com>
Build-Depends: debhelper (>= 9), autotools-dev
Standards-Version: 3.9.9
Homepage: http://www.gnu.org/software/ed/
#Vcs-Git:
Vcs-Browser: http://web.cvs.savannah.gnu.org/viewvc/?root=ed

Package: ed
Architecture: any
Depends: ${shlibs:Depends}, ${misc:Depends}
Description: GNU ed is a line-oriented text editor.
 GNU ed is a line-oriented text editor. It is used to create, display,
 modify and otherwise manipulate text files, both interactively and via
 shell scripts. A restricted version of ed, red, can only edit files in
 the current directory and cannot execute shell commands.
 .
 Ed is the "standard" text editor in the sense that it is the original
 editor for Unix, and thus widely available. For most purposes, however,
 it is superseded by full-screen editors such as GNU Emacs or GNU Moe.
 .
 Extensions to and deviations from the POSIX standard are described below.

Pada paket Debian, berkas debian/control memiliki sintaks tertentu dimana setiap baris harus dimulai dengan spasi dan paragraf dipisahkan oleh sebuah titik. Jika ingin mengikuti sintaks DEP-5 untuk berkas debian/copyright, Kita akan memiliki masalah yang sama saat mengisi teks lisensi untuk creative-common license: sehingga spasi atau titik akan terlewatkan.

Pada berkas ini saya hanya melakukan penyuntingan pada bagian Section, Homepage, Vcs-Git, Vcs-Browser dan Description. silahkan lihat informasi paket GNU ed pada berkas README, untuk informasi lengkap paket ini bisa merujuk pada websitenya.

Langkah berikutnya kita akan menyunting berkas copyright, berikut caranya

$ nano debian/copyright

Format: http://www.debian.org/doc/packaging-manuals/copyright-format/1.0/
Upstream-Name: ed
Source: http://www.gnu.org/software/ed/

Files: *
Copyright: 2006, 2007, 2008, 2009, 2010, 2011, 2012, 2013, Free Software Foundation, Inc.
	   2006, 2007, 2008, 2009, 2010, 2012, 2013, Antonio Diaz Diaz <ant_diaz@teleline.es>
	   1993, Francois Pinard <pinard@icule>
	   1993-1994, Andrew Moore <alm@woops.talke.org>
License: GPL-3.0+

Files: debian/*
Copyright: 2016 Nama Anda <email@anda.com>
License: GPL-3.0+

License: GPL-3.0+
 This program is free software: you can redistribute it and/or modify
 it under the terms of the GNU General Public License as published by
 the Free Software Foundation, either version 3 of the License, or
 (at your option) any later version.
 .
 This package is distributed in the hope that it will be useful,
 but WITHOUT ANY WARRANTY; without even the implied warranty of
 MERCHANTABILITY or FITNESS FOR A PARTICULAR PURPOSE.  See the
 GNU General Public License for more details.
 .
 You should have received a copy of the GNU General Public License
 along with this program. If not, see <http://www.gnu.org/licenses/>.
 .
 On Debian systems, the complete text of the GNU General
 Public License version 3 can be found in "/usr/share/common-licenses/GPL-3".

Informasi lisensi bisa dilihat di berkas AUTHORS dan ChangeLog. Saya hanya menyunting bagian Upstream-Name dan Copyright.

Lakukan pengecekan dengan perintah cme, bila tidak tersedia silahkan pasang terlebih dahulu

$ sudo apt-get install -y install cme libconfig-model-dpkg-perl libconfig-model-tkui-perl
$ cme check dpkg
loading data
checking data
check done

Apabila hasilnya tidak seperti diatas maka lakukan penyuntingan kembali sesuai dengan output dari perintah cme. Anda juga bisa menyunting paket Debian dengan GUI, silahkan jalankan diterminal:

$ cme edit dpkg

Akan tampil jendela baru seperti gambar dibawah ini

Langkah 4 cme GUI.

Cara penggunaan silahkan lihat disini.

Paketkan.

Langkah selanjutnya kita akan mulai membuat paket Debian.

$ dpkg-buildpackage -rfakeroot
Catatan:

Tunggulah hingga proses selesai, karena nantinya akan diminta passphrase yang dibuat saat membuat kunci GnuPG. Apabila hal ini terlewati maka pembuatan paket akan galat/gagal.

Paket versi BlankOn.

Lihat hasilnya

$ ls ../ | grep ed
ed-1.9
ed-1.9.tar.gz
ed_1.9-0blankon1.debian.tar.xz
ed_1.9-0blankon1.dsc
ed_1.9-0blankon1_armhf.changes
ed_1.9-0blankon1_armhf.deb
ed_1.9.orig.tar.gz

Paket versi Debian.

Bila memaketkan ke versi Debian hasilnya seperti ini

$ ls ../ | grep ed
ed-1.9
ed-1.9.tar.gz
ed_1.9-1.debian.tar.xz
ed_1.9-1.dsc
ed_1.9-1_armhf.changes
ed_1.9-1_armhf.deb
ed_1.9.orig.tar.gz

Saya membangun paket pada mesin ARM Raspberry 2 model B, hasil yang ditampilkan akan berbeda bila Anda membangun paket pada mesin berarsitektur 32-bit dan 64-bit, saya merekomendasikan Anda untuk membangun paket pada mesin 64-bit. Silahkan lihat arsitektur apa saja yang di dukung pada halaman Ports website Debian.

Pemeriksaan paket.

Periksa paket dengan menggunakan lintian

$ lintian -iIEv --pedantic ../*.changes

Selesai…sampai nanti di tulisan berikutnya.

Rujukan


  1. Dilain kesempatan kita akan bahas bagaimana cara menyunting berkas postinst, postrm, preinst, prerm, dll.

Pemaketan Debian - Bagian 1 was originally published by Izharul Haq at Atoz Journal on July 04, 2016.

by Izharul Haq (atoz.chevara.2013@gmail.com) at August 15, 2016 12:00 AM

August 12, 2016

hackergotchi for Izharul Haq

Izharul Haq

E: Failed to fetch - Size mismatch

Mengatasi Galat apt-get/aptitude “E: Failed to fetch - Size mismatch”

Terkadang saat memasang aplikasi kita menemukan pesan galat yang beraneka ragam, salah satunya seperti ini:

$ sudo aptitude install tree
The following NEW packages will be installed:
  tree 
0 packages upgraded, 1 newly installed, 0 to remove and 63 not upgraded.
Need to get 47,9 kB of archives. After unpacking 137 kB will be used.
Get: 1 http://kambing.ui.ac.id/debian/ jessie/main tree i386 1.7.0-3 [47,9 kB]
Fetched 449 B in 0s (4.333 B/s)
E: Failed to fetch http://kambing.ui.ac.id/debian/pool/main/t/tree/tree_1.7.0-3_i386.deb: Size mismatch

Hal ini terjadi karena beberapa hal, seperti koneksi yang buruk, pembatalan pemasangan secara tiba-tiba dll. Untuk mengatasi hal ini, Anda cukup menghapus paket yang gagal terpasang pada direktori arsip apt:

$ sudo rm /var/cache/apt/archives/partial/tree_1.7.0-3_i386.deb.FAILED

Silahkan mencoba kembali:

$ sudo aptitude install tree

Pada kasus yang saya alami, berhubung menggunakan apt-cacher-ng sebagai proxy apt agar perangkat lainnya dapat memasang aplikasi melalui proxy apt yang telah saya buat, maka saya perlu menghapus paket yang gagal pada arsip apt-cacher-ng:

$ sudo rm /var/cache/apt-cacher-ng/debrep/pool/main/t/tree/tree_1.7.0-3*
Catatan: Dilain kesempatan saya akan menulis tentang apt-cacher-ng ini.

E: Failed to fetch - Size mismatch was originally published by Izharul Haq at Atoz Journal on August 12, 2016.

by Izharul Haq (atoz.chevara.2013@gmail.com) at August 12, 2016 12:00 AM